Maulid Nabi Dengan Tradisi Malamang dan Makan Bajamba
Padang Pariaman--Siang menjelang sore itu, sejumlah uniang-uniang menjujung jamba ke surau. Jamba yang berisi nasi lengkap dengan sambalnya, dibuat sedemikian rapi di rumahnya, lalu diangkut ke surau untuk dimakan bersama dalam sebuah jamuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi masyarakat Padang Pariaman, mulai bulan ini hingga dua bulan mendatang adalah bulan tempat perpaduan antara adat dan agama, yang dilembagakan dalam tradisi. Jamba di jujung di kepala, sedangkan lamang dipegang pula di tangan. Untuk peringatan Maulid, yang namanya jamba dan lamang tidak dapat tidaknya. Itu harus ada, dan itu pula tradisi yang dilakukan sejak zaman saisuak di Padang Pariaman.
Di Padang Pariaman ada ribuan banyaknya surau dan masjid. Nyaris semua tempat ibadah itu melakukan peringatan hari besar Islam tersebut dengan tradisi yang hampir bersamaan. Kecuali surau dan masjid yang terletak di bagian perkotaan atau yang telah berlabel Muhammadiyah, itu peringatan Maulid-nya dengan menggelar tablikh akbar atau ceramah agama dengan menghadirkan seorang ustadz.
Peringatan Maulid itu dilakukan semalam sehari. Tak heran, sejak malam panitia peringatan itu di sebuah surau telah disibukkan oleh berbagai kesibukan, terutama menyambut tamu yang hadir. Dan dalam acara itu pula cara masyarakat kampung membangun suraunya, karena setiap masyarakat yang hadir memberikan sumbangan yang tidak ditentukan jumlahnya.
Sumbangan yang dapat dari tamu undangan, serta dari rantau dan rang sumando dicatat dan diumumkan di papan pengumuman. Tentunya bukan bermaksud agar yang menyumbang jadi ria. Tidak. Tetapi, panitia ingin acara yang dilakukan itu terlaksana secara transparan, diketahui banyak orang, berapa uang masuk dan berapa uang keluar untuk keperluan sedeqah urang siak, serta keperluan buat sewa ini dan itunya.
Sebenarnya, kalau dikaji secara ekonomi, bagi sebuah kepala keluarga pelaksanaan Maulid seperti badikia itu sangatlah besar modalnya. Bayangkan, semua makanan yang dibutuhkan tak ada yang tidak dibeli. Mulai dari buluah untuk buat lamang, ikan besar-besar, kue, dan buah-buahan. Tetapi, semiskin apapun rang Piaman, kalau acara itu telah tiba harus dilakukan. Dan semuanya harus pula diadakan.
Bagi urang siak pandai badikia, bulan ini tentu merupakan bulan tempat mereka panen rezeki. Nyaris para tukang dikia itu tiap malam melakukannya sesuai undangan dari panitia. Apalagi, jumlah pandai dikia ini persentasenya bukan bertambah, tetapi berkurang dari masa-kemasa. Tukang dikia membaca riwayat Nabi Muhammad SAW, sejak proses kelahiran hingga wafat dengan cara membaca syair, dengan irama yang rancak, disukai oleh yang tua-tua terutama mereka yang mengerti akan makna yang dibaca tukang dikia demikian.
Sedangkan dalam rumah tangga, yang suraunya tengah melakukan acara Maulid, merupakan momen pula untuk jalang-manjalang. Lamang yang dia masak, nasi yang ditanak tidak sekedar untuk diangkut ke surau. Tetapi sebagiannya juga untuk rumah mertua atau rumah orangtua suaminya. Inilah yang disebut dengan ipar besan, andan-pasumandan. Hanya musim Maulid itulah mereka bisa membawakan mertuanya makanan enak, karena anaknya sudah dipakai. (damanhuri)
Senin, 12 Januari 2015
Kamis, 08 Januari 2015
Kehadiran Jembatan Bukik Lubuk Alung Melengkapi Sejarah Nagari
Kehadiran Jembatan Bukik Lubuk Alung Melengkapi Sejarah Nagari
Lubuk Alung--Siang itu cuaca tidak terlalu panas. Matahari agak sedikit malu menampakkan wujudnya, sehingga banyak orang leluasa saja menjalankan aktivitasnya. Sejumlah pedagang keliling, sehari jelang pergantian tahun itu banyak pergi ke Koto Buruak, Lubuk Alung.
Mereka tentunya sudah dapat kabar sebelumnya, kalau ada keramaian diatas jembatan Bukik Lubuk Alung tersebut. Yang namanya hiburan kalau diadakan, orang tanpa diundang pun akan tiba dengan sendirinya. Apalagi saat itu, LPPKN Nagari Lubuk Alung sengaja melakukan hiburan orgen tunggal, dan setahun diatas jembatan Bukik Lubuk Alung.
Memang, jembatan yang membentang di atas Sungai Batang Anai menghubungan Korong Koto Buruak dengan Gantiang itu baru saja selesai dibangun. Jembatan itu merupakan satu dari empat jembatan yang ada di sepanjang jalan lingkar Duku - Sicincin. Di Koto Buruak, panjang jembatannya mencapai 185 meter.
Tiga jembatan lagi terletak di Buayan, Kecamatan Anai, Pasie Laweh Lubuk Alung dan di Kapalo Hilalang. Sepertinya, dari empat jembatan yang merupakan mega proyek dari pusat ini, jembatan Bukik Lubuk Alung paling istimewa. Masih dalam tahapan pengerjaan, orang kampung sudah menikmati keindahan di atas jembatan tersebut.
Walinagari Lubuk Alung, Harry Subrata bersama masyarakatnya tiap sebentar memposting perkembangan demi perkembangan yang sedang terjadi di jembatan itu. Bahkan, jembatan itu bagi rang Lubuk Alung adalah sejarah panjang, yang sudah lama jadi impian. Apalagi, yang namanya Lubuk Alung yang dilekatkan ke nama nagari itu, terletak di jembatan yang membentang demikian.
Malam hiburan tahun baru, sengaja dilakukan di atas jembatan tersebut. Wagub Sumatera Barat, Muslim Kasim hadir, meskipun Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni-Damsuar tidak hadir malam itu, karena banyak agenda lainnya yang diikuti kedua pasangan itu. Muslim Kasim yang bupati dua periode di daerah itu, tentu kepala daerah yang ikut merintis keberadaan jalan lingkar itu. Sebab, proses awal jalan lingkar dibangun sekarang, dimulai sejak tahun 2002 silam, saat pertama kali Muslim Kasim jadi bupati.
Namun, sepuluh tahun lamanya MUslim Kasim berkuasa di Padang Pariaman, jalan lingkar yang akan mempercepat arus transportasi, dan menghilangkan kemacetan di Pasar Lubuk Alung dan Sicincin itu nyaris gagal. Seolah-olah hilang dari peredaran. Muslim Kasim diasyikkan dengan berbagai problema. Mulai dari kisruh dengan DPRD periode 2004-2009, sampai persoalan ketetapan ibukota kabupaten di Parit Malintang.
Dan akhirnya dia jadi Wakil Gubernur Sumatera Barat, mendampingi Irwan Prayitno, politikus PKS yang turun gunung, dari DPR RI. Ali Mukhni yang sempat lima tahun mendampingi Muslim Kasim di Padang Pariaman tentu tak bisa berbuat banyak kala itu. Kebijakan seorang wakil sangat terbatas. Barulah, setelah Ali Mukhni terpilih pada 2010, geliat pembangunan jalan lingkar kembali bergema.
Proses ganti rugi tanah dan tanaman masyarakat antusias dilakukan. Bupati Ali Mukhni pun telah memastikan, bahwa mulai tahun ini, jalan lingkar itu diaspal hotmix. Empat jembatan yang akan dilalui selesai dikerjakan. Ali Mukhni terkenal sebagai bupati gigih. Dimanapun kendalanya pembangunan jalan itu, selalu ada solusinya.
Tiap sebentar Ali Mukhni mengunjungi jembatan Bukik Lubuk Alung. Termasuk jembatan yang tiga lagi. Baginya, kesuksesan pembangunan jalan lingkar dan jembatan tersebut, adalah prestasi yang sangat luar biasa. Dan tiap sebentar pula Ali Mukhni melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan walinagari, tempat jembatan itu dibangun.
Momen siapnya jembatan Bukik Lubuk Alung, merupakan tonggak sejarah penting yang akan ditancapkan masyarakat Lubuk Alung. Apalagi, pembangunan kantor walinagari pas di ujung jembatan, telah dimulai pula. Jembatan siap, kantor walinagari sudah pula dikerjakan nantinya. Lengkaplah sudah sejarah lama itu terwujud dengan baik.
Jembatan Bukik Lubuk Alung, disamping sebagai penghubung, juga akan berfungsi sebagai objek wisata. Bila ingin makan enak, sambil menikmati kesejukkan angin, datanglah ke jembatan Bukik Lubuk Alung. Air Sungai Batang Anai yang mengalir jernih dibawah jembatan, seolah-olah ikut menemani gundah-gulananya pemikiran anak muda yang mengabadikan berbagai momen diatas jembatan itu. (damanhuri)
Lubuk Alung--Siang itu cuaca tidak terlalu panas. Matahari agak sedikit malu menampakkan wujudnya, sehingga banyak orang leluasa saja menjalankan aktivitasnya. Sejumlah pedagang keliling, sehari jelang pergantian tahun itu banyak pergi ke Koto Buruak, Lubuk Alung.
Mereka tentunya sudah dapat kabar sebelumnya, kalau ada keramaian diatas jembatan Bukik Lubuk Alung tersebut. Yang namanya hiburan kalau diadakan, orang tanpa diundang pun akan tiba dengan sendirinya. Apalagi saat itu, LPPKN Nagari Lubuk Alung sengaja melakukan hiburan orgen tunggal, dan setahun diatas jembatan Bukik Lubuk Alung.
Memang, jembatan yang membentang di atas Sungai Batang Anai menghubungan Korong Koto Buruak dengan Gantiang itu baru saja selesai dibangun. Jembatan itu merupakan satu dari empat jembatan yang ada di sepanjang jalan lingkar Duku - Sicincin. Di Koto Buruak, panjang jembatannya mencapai 185 meter.
Tiga jembatan lagi terletak di Buayan, Kecamatan Anai, Pasie Laweh Lubuk Alung dan di Kapalo Hilalang. Sepertinya, dari empat jembatan yang merupakan mega proyek dari pusat ini, jembatan Bukik Lubuk Alung paling istimewa. Masih dalam tahapan pengerjaan, orang kampung sudah menikmati keindahan di atas jembatan tersebut.
Walinagari Lubuk Alung, Harry Subrata bersama masyarakatnya tiap sebentar memposting perkembangan demi perkembangan yang sedang terjadi di jembatan itu. Bahkan, jembatan itu bagi rang Lubuk Alung adalah sejarah panjang, yang sudah lama jadi impian. Apalagi, yang namanya Lubuk Alung yang dilekatkan ke nama nagari itu, terletak di jembatan yang membentang demikian.
Malam hiburan tahun baru, sengaja dilakukan di atas jembatan tersebut. Wagub Sumatera Barat, Muslim Kasim hadir, meskipun Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni-Damsuar tidak hadir malam itu, karena banyak agenda lainnya yang diikuti kedua pasangan itu. Muslim Kasim yang bupati dua periode di daerah itu, tentu kepala daerah yang ikut merintis keberadaan jalan lingkar itu. Sebab, proses awal jalan lingkar dibangun sekarang, dimulai sejak tahun 2002 silam, saat pertama kali Muslim Kasim jadi bupati.
Namun, sepuluh tahun lamanya MUslim Kasim berkuasa di Padang Pariaman, jalan lingkar yang akan mempercepat arus transportasi, dan menghilangkan kemacetan di Pasar Lubuk Alung dan Sicincin itu nyaris gagal. Seolah-olah hilang dari peredaran. Muslim Kasim diasyikkan dengan berbagai problema. Mulai dari kisruh dengan DPRD periode 2004-2009, sampai persoalan ketetapan ibukota kabupaten di Parit Malintang.
Dan akhirnya dia jadi Wakil Gubernur Sumatera Barat, mendampingi Irwan Prayitno, politikus PKS yang turun gunung, dari DPR RI. Ali Mukhni yang sempat lima tahun mendampingi Muslim Kasim di Padang Pariaman tentu tak bisa berbuat banyak kala itu. Kebijakan seorang wakil sangat terbatas. Barulah, setelah Ali Mukhni terpilih pada 2010, geliat pembangunan jalan lingkar kembali bergema.
Proses ganti rugi tanah dan tanaman masyarakat antusias dilakukan. Bupati Ali Mukhni pun telah memastikan, bahwa mulai tahun ini, jalan lingkar itu diaspal hotmix. Empat jembatan yang akan dilalui selesai dikerjakan. Ali Mukhni terkenal sebagai bupati gigih. Dimanapun kendalanya pembangunan jalan itu, selalu ada solusinya.
Tiap sebentar Ali Mukhni mengunjungi jembatan Bukik Lubuk Alung. Termasuk jembatan yang tiga lagi. Baginya, kesuksesan pembangunan jalan lingkar dan jembatan tersebut, adalah prestasi yang sangat luar biasa. Dan tiap sebentar pula Ali Mukhni melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan walinagari, tempat jembatan itu dibangun.
Momen siapnya jembatan Bukik Lubuk Alung, merupakan tonggak sejarah penting yang akan ditancapkan masyarakat Lubuk Alung. Apalagi, pembangunan kantor walinagari pas di ujung jembatan, telah dimulai pula. Jembatan siap, kantor walinagari sudah pula dikerjakan nantinya. Lengkaplah sudah sejarah lama itu terwujud dengan baik.
Jembatan Bukik Lubuk Alung, disamping sebagai penghubung, juga akan berfungsi sebagai objek wisata. Bila ingin makan enak, sambil menikmati kesejukkan angin, datanglah ke jembatan Bukik Lubuk Alung. Air Sungai Batang Anai yang mengalir jernih dibawah jembatan, seolah-olah ikut menemani gundah-gulananya pemikiran anak muda yang mengabadikan berbagai momen diatas jembatan itu. (damanhuri)
Minggu, 04 Januari 2015
Bantuan Itu Datangnya Saat Dibutuhkan
Bantuan Itu Datangnya Saat Dibutuhkan
Ulakan--Raut bahagia tampak terpancar dari wajah Railis. Perempuan 50 tahun itu merasa senang, saat menerima bantuan mesin pemotong ubi untuk usaha yang dirintis bersama suaminya. Ia pedagang keripik singkong tak menyangka sama sekali kalau mendapat bantuan mesin tersebut, yang sangat ia butuhkan dalam operasional produksi usahanya itu.
Demikian itu terungkap, usai Railis menerima bantuan tersebut di halaman Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan, Selasa lalu. Selain Bupati Ali Mukhni, penyerahan bantuan itu dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang menyerahkan bantuan koperasi dan UMKM kepada masyarakat Padang Pariaman.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali mendapat bantuan pemotong ubi untuk membuat keripik singkong. Terima kasih Pak Bupati, semoga bantuan ini akan meiningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan mutu usaha kami ini," ujar dia dengan senangnya.
Perasaan serupa juga diungkapan Yanti. Perempuan 38 tahun itu merupakan seorang pedagang jagung rebus di Lubuk Alung. Ia mendapat bantuan gerobak yang lebih bagus untuk berjualan. Diakuinya, saat ini banyak sekali yang berjuaan jagung rebus di sepanjang jalan Lubuk Alung, sehingga mempengaruhi omset pemasukannya.
Namun, ia optimis dengan adanya gerobak baru yang akan menarik calon pembeli dan tentunya akan menambah pemasukkan. Yanti mengaku mendapat jual beli sebesar Rp300 ribu perhari, dan kalau hari libur bisa mencapai Rp500 ribu.
"Saya senang sekali mendapat bantuan dari Pak Bupati Ali Mukhni berupa gerobak untuk berjualan jagung rebus. Semoga nanti bisa menarik pembeli karena lebih bersih dan bagus dari yang sebelumnya. Mudah-mudahan bisa menambah pendapatan kami pula nantinya," kata Yanti.
Bupati Ali Mukhni berharap, masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia minta pedagang untuk selalu menjaga kebersihan, dan gerobaknya pun dibersihkan supaya tahan lama dan pembeli pun akan banyak yang membeli. Pedagang dapat menerima dengan ikhlas bantuan itu. Jika ikhlas, Allah akan melipatgandakan rezeki dan mendapat nikmat yang berlimpah.
Adapun bantuan yang diserahkan, antara lain bantuan PKL jagung rebus sebanyak 28 unit, bantuan mesin penyangrai kacang, mesin olahan tempurung dan coolbox ikan. Sedangkan dari Pemprov Sumbar berupa bantuan modal usaha untuk 171 PKL, masing-masingnya Rp2 juta, bantuan KUR untuk dua koperasi sebesar Rp22 juta, dan gerobak rakik kepiting sebanyak 25 unit.
Bupati Ali Mukhni mengapresiasi Gubernur Irwan Prayitno yang sangat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat padang Pariaman. Perhatian tersebut dibuktikan dengan banyaknya infrastruktur bertaraf internasional yang terletak di daerahnya, berkat dukungan dan peran aktif Gubernur Sumbar.
Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, bahwa bantuan yang diterima itu berasal dari uang rakyat. Akan dilakukan pembinaan dan pengawasan dalam penggunaannya. Pemprov selalu menganggarkan setiap tahunnya bantuan modal usaha bagi UKM. Merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu UKM. Tujuannya; pedagang semakin sejahtera dan meningkat taraf hidup masyarakat.
Selain UKM, Pemrov juga telah banyak membantu Padang Pariaman terutama dalam infrastruktur dan pembebasan tanah. Hal itu didorong dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang menjadikan Padang Pariaman sangat strategis, sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
"Dana Pemprov banyak masuk ke Padang Pariaman, terutama untuk mendukung pembangunan mega proyek bertaraf internasional. Keberadaan BIM menjadikan Padang pariaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Apalagi Bupati Ali Mukhni orangnya jago lobi, dan sangat gigih dalam membangun daerah," kata Gubernur Irwan Prayitno dari trah PKS ini. (damanhuri)
Ulakan--Raut bahagia tampak terpancar dari wajah Railis. Perempuan 50 tahun itu merasa senang, saat menerima bantuan mesin pemotong ubi untuk usaha yang dirintis bersama suaminya. Ia pedagang keripik singkong tak menyangka sama sekali kalau mendapat bantuan mesin tersebut, yang sangat ia butuhkan dalam operasional produksi usahanya itu.
Demikian itu terungkap, usai Railis menerima bantuan tersebut di halaman Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan, Selasa lalu. Selain Bupati Ali Mukhni, penyerahan bantuan itu dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang menyerahkan bantuan koperasi dan UMKM kepada masyarakat Padang Pariaman.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali mendapat bantuan pemotong ubi untuk membuat keripik singkong. Terima kasih Pak Bupati, semoga bantuan ini akan meiningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan mutu usaha kami ini," ujar dia dengan senangnya.
Perasaan serupa juga diungkapan Yanti. Perempuan 38 tahun itu merupakan seorang pedagang jagung rebus di Lubuk Alung. Ia mendapat bantuan gerobak yang lebih bagus untuk berjualan. Diakuinya, saat ini banyak sekali yang berjuaan jagung rebus di sepanjang jalan Lubuk Alung, sehingga mempengaruhi omset pemasukannya.
Namun, ia optimis dengan adanya gerobak baru yang akan menarik calon pembeli dan tentunya akan menambah pemasukkan. Yanti mengaku mendapat jual beli sebesar Rp300 ribu perhari, dan kalau hari libur bisa mencapai Rp500 ribu.
"Saya senang sekali mendapat bantuan dari Pak Bupati Ali Mukhni berupa gerobak untuk berjualan jagung rebus. Semoga nanti bisa menarik pembeli karena lebih bersih dan bagus dari yang sebelumnya. Mudah-mudahan bisa menambah pendapatan kami pula nantinya," kata Yanti.
Bupati Ali Mukhni berharap, masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia minta pedagang untuk selalu menjaga kebersihan, dan gerobaknya pun dibersihkan supaya tahan lama dan pembeli pun akan banyak yang membeli. Pedagang dapat menerima dengan ikhlas bantuan itu. Jika ikhlas, Allah akan melipatgandakan rezeki dan mendapat nikmat yang berlimpah.
Adapun bantuan yang diserahkan, antara lain bantuan PKL jagung rebus sebanyak 28 unit, bantuan mesin penyangrai kacang, mesin olahan tempurung dan coolbox ikan. Sedangkan dari Pemprov Sumbar berupa bantuan modal usaha untuk 171 PKL, masing-masingnya Rp2 juta, bantuan KUR untuk dua koperasi sebesar Rp22 juta, dan gerobak rakik kepiting sebanyak 25 unit.
Bupati Ali Mukhni mengapresiasi Gubernur Irwan Prayitno yang sangat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat padang Pariaman. Perhatian tersebut dibuktikan dengan banyaknya infrastruktur bertaraf internasional yang terletak di daerahnya, berkat dukungan dan peran aktif Gubernur Sumbar.
Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, bahwa bantuan yang diterima itu berasal dari uang rakyat. Akan dilakukan pembinaan dan pengawasan dalam penggunaannya. Pemprov selalu menganggarkan setiap tahunnya bantuan modal usaha bagi UKM. Merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu UKM. Tujuannya; pedagang semakin sejahtera dan meningkat taraf hidup masyarakat.
Selain UKM, Pemrov juga telah banyak membantu Padang Pariaman terutama dalam infrastruktur dan pembebasan tanah. Hal itu didorong dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang menjadikan Padang Pariaman sangat strategis, sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
"Dana Pemprov banyak masuk ke Padang Pariaman, terutama untuk mendukung pembangunan mega proyek bertaraf internasional. Keberadaan BIM menjadikan Padang pariaman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Apalagi Bupati Ali Mukhni orangnya jago lobi, dan sangat gigih dalam membangun daerah," kata Gubernur Irwan Prayitno dari trah PKS ini. (damanhuri)
Rabu, 24 Desember 2014
Ali Mukhni di Tengah Kehebatan Anas Malik dan Muhammad Nur
Ali Mukhni Ditengah Kehebatan dan Nyentriknya Bupati Anas Malik dan Muhammad Nur
Padang Pariaman---Pujian dari banyak orang tak membuat dia tersanjung. Sementara, cacian dan cemoohan orang lain tidak pula membuat dia marah dan sakit hati. Barangkali ini yang tergambar dari seorang Bupati Ali Mukhni dalam menjalankan roda pemerintahan di Padang Pariaman. Sebagai orang nomor satu yang dipilih rakyat pada 2010 lalu, tentu dia tidak akan terlepas dari dua hal tersebut. Cacian dan pujian dari masyarakatnya sendiri.
Dari sekian banyak bupati yang telah memerintah dan bertugas di daerah ini, Ali Mukhni termasuk bupati yang pantas dicatat sejarah, setelah Bupati Muhammad Nur dan Anas Malik. Dua nama tersebut, jauh menjabat sebelum Ali Mukhni; Anas Malik dan Muhammad Nur terkenal sangat nyentrik, dan dekat dengan masyarakat. Bupati Ali Mukhni yang akan menyelesaikan tugasnya pada periode pertama ini juga terkesan begitu.
Bupati Ali Mukhni tampak sangat tidak berjarak dengan masyarakatnya. Bahkan, anggota DPR RI dari Partai Demokrat Mulyadi menilai Bupati Ali Mukhni lebih hebat dari Presiden Joko Widodo. Apa yang disebut Mulyadi, memang itu adanya. Ali Mukhni mampu bertugas dari pagi hingga larut malam. "Sejak pagi tagi, sudah 13 kali melakukan pertemuan dengan masyarakat. Membahas berbagai persoalan yang kita hadapi saat ini," kata dia suatu ketika.
Bayangkanlah itu. Padang Pariaman hanya punya 17 kecamatan. Sementara, dalam hari yang sama Bupati Ali Mukhni bersua dengan masyarakat sebanyak 13 kali pertemuan. Artinya, nyaris semua kecamatan yang ada telah dikunjunginya dalam waktu sehari. Baginya, kepentingan masyarakat dan banyak orang sangat utama bila dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan keluarganya.
Tahun ini dan tahun depan merupakan tahun politik. Tak heran, dari berbagai tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat Padang Pariaman mulai mengalir suara dukungan untuk Ali Mukhni agar bisa kembali maju menjadi orang nomor satu. Tetapi, bagi Ali Mukhni sendiri, dukungan itu dianggap sebagai apresiasi masyarakat kepada dirinya. Dia tak begitu terlonjak mendengarkan keinginan yang entah serius atau hanya sekedar basa-basi, karena memang momennya politik saat ini.
Anas Malik terkenal sebagai bupati yang berhasil memberatas kebersihan, dengan menertibkan wc terpanjang di dunia. Biasa orang buang air besar di tepi pantai, sekarang sudah ada wc. Dia tak segan-segan menegur masyarakat yang berbuat semau gue, membuang sampah sembarangan. Sedangkan Bupati Muhammad Nur dinilai berhasil membuka jalan utama menembus Gunung Tigo yang tidak terbayangkan oleh banyak orang dulunya akan ada jalan di gunung itu. Bahkan, sebagian orang ada yang akan bersunat kembali, kalau jalan Gunung Tigo itu tembus. Bupati Muhammad Nur yang orang Padang Sago tak mempedulikan itu.
Kesungguhannya membuahkan hasil. Jalan dari Padang Sago menuju Gunuang Padang Alai, dan bisa juga ke Malalak tembus sudah. Artinya, kebangkitan ekonomi masyarakat Nagari Gunuang Padang Alai, Tandikek dan Padang Sago terbuka lebar. Masyarakat Nagari Padang Alai tak perlu lagi ke Pariaman untuk menuju Tandikek dan Padang Sago. Begitu juga sebaliknya. Jalan lancar, ekonomi menggeliat, hasil pertanian dengan mudahnya diangkut ke pasar nagari masing-masing.
Sedangkan Bupati Ali Mukhni yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Padang Pariaman mendampingi Muslim Kasim, tidak ingin yang muluk-muluk. Dia langsung membuktikan apa yang sudah direncanakan ditengah masyarakatnya sendiri. Apa yang menjadi wacana jauh sebelum dia jadi bupati, saat ini terwujud sudah. Sebut saja keberadaan jalan lingkar Duku-Sicincin, yang tahun depan mulai diaspal hotmix. Empat jembatan yang dibangun dengan anggaran pusat di sepanjang jalan lingkar itu telah hampir selesai dikerjakan.
Sebagai pemimpin, Ali Mukhni tidak ingin pula hanya menerima laporan asal bapak senang dari banyak anak buahnya. Dia langsung terjun, berbaur dengan masyarakat setempat, saat meninjau pengerjaan yang sedang berjalan. Bahkan, hampir tiap sebentar dia memonitor para pekerja. Dia tanyakan, apa yang jadi kendala, kenapa kok masih begini atau begitu. Sedangkan terhadap proyek yang hampir gagal dilakukan, berkat kesungguhan dan kegigihan Ali Mukhni, akhirnya jebol. Seperti yang terjadi saat akan memulai pengerjaan MAN Insan Cendikia di Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
Filosofi, dima langit dijujung, disitu bumi dipijak, disana pula aia disauak, agaknya menjadi senjata oleh Bupati Ali Mukhni dalam menghadapi masyarakat yang terdiri dari 60 nagari dan 17 kecamatan itu. "Kalau dengan kebersamaan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semuanya bisa, dan harus bisa. Semua pejabat pada saat menjelang lebaran tidak lagi berani ke kantor, lantaran tak sanggup berhadapan dengan banyak wartawan, saya satu-satunya yang berani. Mobil saya tetap parkir di depan lobi saat menjelang lebaran," kata Bupati Ali Mukhni.
Diakhir masa jabatannya, Bupati Ali Mukhni telah memperlihatkan banyak pretasi yang diraihnya. Tentunya prestasi demikian adalah buah manis dari kesungguhannya dalam memberikan pengabdian di tengah masyarakat. Dan hampir pula semua proyek besar selesai menjelang akhir tugasnya tahun depan tersebut. Banyak yang memujinya sebagai langkah bagus dan hebat. Tentu tak sedikit pula yang memberikan cibiran sekaligus cemoohan. Dasar orang Piaman, tentu tidak asing dengan persoalan cemooh itu. Tetapi Bupati Ali Mukhni tetap terus melangkah maju kedepan. Baginya, cemooh merupakan pelecut, sekaligus penyemangat dalam bertugas. (damanhuri)
Padang Pariaman---Pujian dari banyak orang tak membuat dia tersanjung. Sementara, cacian dan cemoohan orang lain tidak pula membuat dia marah dan sakit hati. Barangkali ini yang tergambar dari seorang Bupati Ali Mukhni dalam menjalankan roda pemerintahan di Padang Pariaman. Sebagai orang nomor satu yang dipilih rakyat pada 2010 lalu, tentu dia tidak akan terlepas dari dua hal tersebut. Cacian dan pujian dari masyarakatnya sendiri.
Dari sekian banyak bupati yang telah memerintah dan bertugas di daerah ini, Ali Mukhni termasuk bupati yang pantas dicatat sejarah, setelah Bupati Muhammad Nur dan Anas Malik. Dua nama tersebut, jauh menjabat sebelum Ali Mukhni; Anas Malik dan Muhammad Nur terkenal sangat nyentrik, dan dekat dengan masyarakat. Bupati Ali Mukhni yang akan menyelesaikan tugasnya pada periode pertama ini juga terkesan begitu.
Bupati Ali Mukhni tampak sangat tidak berjarak dengan masyarakatnya. Bahkan, anggota DPR RI dari Partai Demokrat Mulyadi menilai Bupati Ali Mukhni lebih hebat dari Presiden Joko Widodo. Apa yang disebut Mulyadi, memang itu adanya. Ali Mukhni mampu bertugas dari pagi hingga larut malam. "Sejak pagi tagi, sudah 13 kali melakukan pertemuan dengan masyarakat. Membahas berbagai persoalan yang kita hadapi saat ini," kata dia suatu ketika.
Bayangkanlah itu. Padang Pariaman hanya punya 17 kecamatan. Sementara, dalam hari yang sama Bupati Ali Mukhni bersua dengan masyarakat sebanyak 13 kali pertemuan. Artinya, nyaris semua kecamatan yang ada telah dikunjunginya dalam waktu sehari. Baginya, kepentingan masyarakat dan banyak orang sangat utama bila dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan keluarganya.
Tahun ini dan tahun depan merupakan tahun politik. Tak heran, dari berbagai tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat Padang Pariaman mulai mengalir suara dukungan untuk Ali Mukhni agar bisa kembali maju menjadi orang nomor satu. Tetapi, bagi Ali Mukhni sendiri, dukungan itu dianggap sebagai apresiasi masyarakat kepada dirinya. Dia tak begitu terlonjak mendengarkan keinginan yang entah serius atau hanya sekedar basa-basi, karena memang momennya politik saat ini.
Anas Malik terkenal sebagai bupati yang berhasil memberatas kebersihan, dengan menertibkan wc terpanjang di dunia. Biasa orang buang air besar di tepi pantai, sekarang sudah ada wc. Dia tak segan-segan menegur masyarakat yang berbuat semau gue, membuang sampah sembarangan. Sedangkan Bupati Muhammad Nur dinilai berhasil membuka jalan utama menembus Gunung Tigo yang tidak terbayangkan oleh banyak orang dulunya akan ada jalan di gunung itu. Bahkan, sebagian orang ada yang akan bersunat kembali, kalau jalan Gunung Tigo itu tembus. Bupati Muhammad Nur yang orang Padang Sago tak mempedulikan itu.
Kesungguhannya membuahkan hasil. Jalan dari Padang Sago menuju Gunuang Padang Alai, dan bisa juga ke Malalak tembus sudah. Artinya, kebangkitan ekonomi masyarakat Nagari Gunuang Padang Alai, Tandikek dan Padang Sago terbuka lebar. Masyarakat Nagari Padang Alai tak perlu lagi ke Pariaman untuk menuju Tandikek dan Padang Sago. Begitu juga sebaliknya. Jalan lancar, ekonomi menggeliat, hasil pertanian dengan mudahnya diangkut ke pasar nagari masing-masing.
Sedangkan Bupati Ali Mukhni yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Padang Pariaman mendampingi Muslim Kasim, tidak ingin yang muluk-muluk. Dia langsung membuktikan apa yang sudah direncanakan ditengah masyarakatnya sendiri. Apa yang menjadi wacana jauh sebelum dia jadi bupati, saat ini terwujud sudah. Sebut saja keberadaan jalan lingkar Duku-Sicincin, yang tahun depan mulai diaspal hotmix. Empat jembatan yang dibangun dengan anggaran pusat di sepanjang jalan lingkar itu telah hampir selesai dikerjakan.
Sebagai pemimpin, Ali Mukhni tidak ingin pula hanya menerima laporan asal bapak senang dari banyak anak buahnya. Dia langsung terjun, berbaur dengan masyarakat setempat, saat meninjau pengerjaan yang sedang berjalan. Bahkan, hampir tiap sebentar dia memonitor para pekerja. Dia tanyakan, apa yang jadi kendala, kenapa kok masih begini atau begitu. Sedangkan terhadap proyek yang hampir gagal dilakukan, berkat kesungguhan dan kegigihan Ali Mukhni, akhirnya jebol. Seperti yang terjadi saat akan memulai pengerjaan MAN Insan Cendikia di Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
Filosofi, dima langit dijujung, disitu bumi dipijak, disana pula aia disauak, agaknya menjadi senjata oleh Bupati Ali Mukhni dalam menghadapi masyarakat yang terdiri dari 60 nagari dan 17 kecamatan itu. "Kalau dengan kebersamaan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semuanya bisa, dan harus bisa. Semua pejabat pada saat menjelang lebaran tidak lagi berani ke kantor, lantaran tak sanggup berhadapan dengan banyak wartawan, saya satu-satunya yang berani. Mobil saya tetap parkir di depan lobi saat menjelang lebaran," kata Bupati Ali Mukhni.
Diakhir masa jabatannya, Bupati Ali Mukhni telah memperlihatkan banyak pretasi yang diraihnya. Tentunya prestasi demikian adalah buah manis dari kesungguhannya dalam memberikan pengabdian di tengah masyarakat. Dan hampir pula semua proyek besar selesai menjelang akhir tugasnya tahun depan tersebut. Banyak yang memujinya sebagai langkah bagus dan hebat. Tentu tak sedikit pula yang memberikan cibiran sekaligus cemoohan. Dasar orang Piaman, tentu tidak asing dengan persoalan cemooh itu. Tetapi Bupati Ali Mukhni tetap terus melangkah maju kedepan. Baginya, cemooh merupakan pelecut, sekaligus penyemangat dalam bertugas. (damanhuri)
Senin, 15 Desember 2014
Dalam Porprov XIII Menanti Emas Kembali Untuk Sepakbola Padang Pariaman
Dalam Porprov XIII
Menanti Emas Kembali Untuk Sepakbola Padang Pariaman
Parit Malintang, Singgalang
Genderang Porprov XIII Sumbar di Kabupaten Dharmasraya berbunyi keras. 19 kabupaten/kota berlaga adu kepandaian, membawa nama baik daerah masing-masing. Porprov XII di Kabupaten Limapuluh Kota, atlet Padang Pariaman tampil cukup memuaskan, dan berhasil menempati urutan ke empat.
Bahkan, untuk sepakbola, cabang olahraga yang paling bergengsi, Padang Pariaman bintangnya dua tahun lalu itu. Daerah ini juara satu, karena menang dalam final. Sabtu lalu, Bupati Ali Mukhni bersama Wakilnya Damsuar Datuak Bandaro Putiah melepas secara resmi keberangkatan kontingen dibawah pimpinan Kapolres AKBP Roedi Yoeliato itu.
Saat Porprov Sumbar XII, Ketua KONI Padang Pariaman Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa. Nama Ketua DPD Partai Golkar daerah itu jadi berkibar, karena mampu mengangkat nama Padang Pariaman dikancah Sumatera Barat yang cukup tinggi. Kini, KONI dipimpin Aprinaldi. Anak muda yang cukup agresif ditunggu kiprahnya dalam membangkitkan atlet daerah ini nantinya.
Apakah Padang Pariaman mampu meraih yang terbaik? Mempertahankan empat besar, seperti saat Porprov XII, atau naik tiga besar seperti yang ditargetkan? "Kita tunggu saja apa yang akan dibawa atlet daerah ini nantinya pulang dari kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Jambi tersebut," kata masyarakat Padang Pariaman.
Bupati Ali Mukhni yang juga dikenal sebagai olahragawan sangat tidak ingin anak-anak yang mewakili daerah itu tampil tidak memuaskan. Sebagai kepala daerah, dia tidak menjanjikan yang muluk-muluk dalam soal pemberian bonus untuk para atlet yang mampu meraih prestasi.
"Saya tidak menjanjikan. Yang penting, atas kesepakan bersama, bonus atlet kita naikan jumlahnya dari tahun lalu. Ini penting, mengingat para atlet telah bekerja keras, mengeluarkan keringat demi Padang Pariaman," kata dia.
Ali Mukhni minta semua pihak, pimpinan kontingen, para pengurus Pengcab, KONI, pimpinan SKPD, dan masyarakat Padang Pariaman memberikan dukungan moril dan materil, agar anak-anak daerah ini mampu meraih yang terbaik. "Lepaskan semua kepentingan. Saat ini adalah kepentingan Padang Pariaman yang paling utama. Kita akan pantau setiap momen dalam ajang Porprov demikian," ujar Ali Mukhni.
Meskipun sedikit terjadi gesekan di cabang sepakbola Padang Pariaman saat ini, masyarakat sangat berharap cabang yang paling bergengsi ini mampu kembali meraih prestasi yang teratas, dan mampu pula mendapatkan emas. "Kalau di Padang Pariaman ndak ada karuah nan indak ka janiah, kusuik nan indak kasalasai. Semua pihak yang bertikai, harus menghilangkan ego masing-masing. Hanya satu kepentingan, bagaimana sepakbola dan cabang lainnya mampu meraih yang terbaik," ujar masyarakat. (damanhuri)
Menanti Emas Kembali Untuk Sepakbola Padang Pariaman
Parit Malintang, Singgalang
Genderang Porprov XIII Sumbar di Kabupaten Dharmasraya berbunyi keras. 19 kabupaten/kota berlaga adu kepandaian, membawa nama baik daerah masing-masing. Porprov XII di Kabupaten Limapuluh Kota, atlet Padang Pariaman tampil cukup memuaskan, dan berhasil menempati urutan ke empat.
Bahkan, untuk sepakbola, cabang olahraga yang paling bergengsi, Padang Pariaman bintangnya dua tahun lalu itu. Daerah ini juara satu, karena menang dalam final. Sabtu lalu, Bupati Ali Mukhni bersama Wakilnya Damsuar Datuak Bandaro Putiah melepas secara resmi keberangkatan kontingen dibawah pimpinan Kapolres AKBP Roedi Yoeliato itu.
Saat Porprov Sumbar XII, Ketua KONI Padang Pariaman Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa. Nama Ketua DPD Partai Golkar daerah itu jadi berkibar, karena mampu mengangkat nama Padang Pariaman dikancah Sumatera Barat yang cukup tinggi. Kini, KONI dipimpin Aprinaldi. Anak muda yang cukup agresif ditunggu kiprahnya dalam membangkitkan atlet daerah ini nantinya.
Apakah Padang Pariaman mampu meraih yang terbaik? Mempertahankan empat besar, seperti saat Porprov XII, atau naik tiga besar seperti yang ditargetkan? "Kita tunggu saja apa yang akan dibawa atlet daerah ini nantinya pulang dari kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Jambi tersebut," kata masyarakat Padang Pariaman.
Bupati Ali Mukhni yang juga dikenal sebagai olahragawan sangat tidak ingin anak-anak yang mewakili daerah itu tampil tidak memuaskan. Sebagai kepala daerah, dia tidak menjanjikan yang muluk-muluk dalam soal pemberian bonus untuk para atlet yang mampu meraih prestasi.
"Saya tidak menjanjikan. Yang penting, atas kesepakan bersama, bonus atlet kita naikan jumlahnya dari tahun lalu. Ini penting, mengingat para atlet telah bekerja keras, mengeluarkan keringat demi Padang Pariaman," kata dia.
Ali Mukhni minta semua pihak, pimpinan kontingen, para pengurus Pengcab, KONI, pimpinan SKPD, dan masyarakat Padang Pariaman memberikan dukungan moril dan materil, agar anak-anak daerah ini mampu meraih yang terbaik. "Lepaskan semua kepentingan. Saat ini adalah kepentingan Padang Pariaman yang paling utama. Kita akan pantau setiap momen dalam ajang Porprov demikian," ujar Ali Mukhni.
Meskipun sedikit terjadi gesekan di cabang sepakbola Padang Pariaman saat ini, masyarakat sangat berharap cabang yang paling bergengsi ini mampu kembali meraih prestasi yang teratas, dan mampu pula mendapatkan emas. "Kalau di Padang Pariaman ndak ada karuah nan indak ka janiah, kusuik nan indak kasalasai. Semua pihak yang bertikai, harus menghilangkan ego masing-masing. Hanya satu kepentingan, bagaimana sepakbola dan cabang lainnya mampu meraih yang terbaik," ujar masyarakat. (damanhuri)
Sabtu, 06 Desember 2014
Ekspedisi Lubuak Nyarai 4 Walinagari Siap Mempromosikan Batu Permata Lubuk Alung
Ekspedisi Lubuak Nyarai 4
Walinagari Siap Mempromosikan Batu Permata Lubuk Alung
Lubuk Alung--Pengelola Lubuak Nyarai berusaha menjaga keaslian alam. Semua benda ciptaan Tuhan dilarang keras mengubahnya. Hal itu tampak di berbagai sudut ditulis dengan jelas, dan dipajang dengan pamplet ukuran kecil. Demikian itu dimaksudkan, agar Lubuak Nyarai yang ditemukan pertama kali, hingga akhir zaman nantinya tetap utuh, dan tidak berubah oleh tangan manusia.
Nilai asli itu pula barangkali terletak daya tariknya Lubuak Nyarai, sebuah wisata alam yang diletakkan Tuhan di bumi Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Ekspedisi yang dilakukan Komunitas Pencinta Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman, Sabtu lalu menyimpulkan, bahwa masyarakat Gamaran, Salibutan, tempat wisata itu adanya harus siap dengan segala perubahan.
"Yang namanya tempat wisata, tentu banyak dikunjungi oleh muda-mudi. Nah, paradigma sedikit nakal, tentu menjadi pemandangan menarik dikalangan wisatawan, selain indahnya alam Lubuk Nyarai itu sendiri. Namun, tentu sebatas kewajaran," kata Ketua Komunitas Pecinta Batu Akiak Piaman, Vifner.
Asal jangan maksiat saja yang dilakukan oleh pengunjung di alam ini. Perbuatan maksiat pun diingatkan untuk tidak boleh dilakukan di sepanjang kawasan wisata demikian. Sebab, perbuatan maksiat termasuk bagian dari merusak tatanan alam nan indah ciptaan Tuhan itu sendiri.
Disamping Lubuak Nyarai yang telah menerima banyak orang dari berbagai kalangan, di kawasan itu dulunya juga menjadi pusat pertahanan urang awak tatkala peristiwa pemberotakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Ada sejumlah kuburan pejuang yang ditemukan di hutan Gamaran tersebut.
Tentu sejarah panjang itu harus dibangkitkan kembali, agar Lubuak Nyarai semakin menjadi wisata alam yang asri, dan semakin mengundang banyak wisatawan asing. Hingga saat ini, wisata Lubuak Nyarai masih dikelola oleh kelompok sadar wisata anak Nagari Lubuk Alung yang tergabung kedalam LA Adventure. Komunitas ini telah berhasil meraih prestasi nasional, akibat mengelola keaslian Lubuak Nyarai demikian.
Walinagari Lubuk Alung, Harry Subrata merasa dapat kehormatan akibat adanya ekspedisi yang dilakukan Komunitas Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman. Dia ingin mengenalkan batu akiak asli Lubuak Nyarai ke kalangan rekannya para walinagari.
"Kita ingin, semua walinagari di Padang Pariaman ini ikut meramaikan dan mengharumkan nama batu permata asli Lubuk Alung. Jenis batunya banyak, dan harus dipromosikan secara bersama, agar keberadaannya semakin dilirik," ujar dia.
Hadirnya sejumlah batu permata di Lubuk Alung, agaknya tidak terlepas dari keberadaan Bukik Parmato, sebuah bukik yang selalu mematulkan cahaya di malam hari. Bukik Parmato, sebuah nama yang diberikan oleh leluhur rang Lubuk Alung, mungkin akibat pantulan cahaya yang selalu memacar diatas bukik demikian.
Asril, Kapalo Mudo Salibutan melihat, Bukik Parmato memang sebuah bukik yang menyimpan banyak batu permata. Dan itu telah diakui oleh pihak yang ahli dibidang itu. Bukik Parmato terletak bersebelahan dengan hutan Gamaran, masih dalam kawasan Salibutan. Malah, orang pintar melihat adanya sumber potensi batu bara dalam kandungan bukik tersebut.
"Banyaknya batu permata yang ditemukan akhir-akhir ini di kawasan Lubuak Nyarai, besar kemungkinan sebaran atau pecahan dari batu permata yang disimpan oleh Bukik Parmato itu," ujar Kapalo Mudo Gadang Salibutan itu.
Senada dengan itu, Ketua KAN Lubuk Alung, Suharman Datuak Pado Basa melihat, Bukik Parmato adalah kekayaan alam Lubuk Alung. "Sejak kami ada, bukik itu sudah Bukik Parmato saja namanya. Artinya, nenek moyang kita tidak salah memberikan nama itu, tatkala pertama kali melihat pantulan cahaya yang timbul dari bukik demikian. Dan cahaya tersebut hingga sekarang masih ada," ujarnya. (damanhuri)
Walinagari Siap Mempromosikan Batu Permata Lubuk Alung
Lubuk Alung--Pengelola Lubuak Nyarai berusaha menjaga keaslian alam. Semua benda ciptaan Tuhan dilarang keras mengubahnya. Hal itu tampak di berbagai sudut ditulis dengan jelas, dan dipajang dengan pamplet ukuran kecil. Demikian itu dimaksudkan, agar Lubuak Nyarai yang ditemukan pertama kali, hingga akhir zaman nantinya tetap utuh, dan tidak berubah oleh tangan manusia.
Nilai asli itu pula barangkali terletak daya tariknya Lubuak Nyarai, sebuah wisata alam yang diletakkan Tuhan di bumi Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Ekspedisi yang dilakukan Komunitas Pencinta Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman, Sabtu lalu menyimpulkan, bahwa masyarakat Gamaran, Salibutan, tempat wisata itu adanya harus siap dengan segala perubahan.
"Yang namanya tempat wisata, tentu banyak dikunjungi oleh muda-mudi. Nah, paradigma sedikit nakal, tentu menjadi pemandangan menarik dikalangan wisatawan, selain indahnya alam Lubuk Nyarai itu sendiri. Namun, tentu sebatas kewajaran," kata Ketua Komunitas Pecinta Batu Akiak Piaman, Vifner.
Asal jangan maksiat saja yang dilakukan oleh pengunjung di alam ini. Perbuatan maksiat pun diingatkan untuk tidak boleh dilakukan di sepanjang kawasan wisata demikian. Sebab, perbuatan maksiat termasuk bagian dari merusak tatanan alam nan indah ciptaan Tuhan itu sendiri.
Disamping Lubuak Nyarai yang telah menerima banyak orang dari berbagai kalangan, di kawasan itu dulunya juga menjadi pusat pertahanan urang awak tatkala peristiwa pemberotakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Ada sejumlah kuburan pejuang yang ditemukan di hutan Gamaran tersebut.
Tentu sejarah panjang itu harus dibangkitkan kembali, agar Lubuak Nyarai semakin menjadi wisata alam yang asri, dan semakin mengundang banyak wisatawan asing. Hingga saat ini, wisata Lubuak Nyarai masih dikelola oleh kelompok sadar wisata anak Nagari Lubuk Alung yang tergabung kedalam LA Adventure. Komunitas ini telah berhasil meraih prestasi nasional, akibat mengelola keaslian Lubuak Nyarai demikian.
Walinagari Lubuk Alung, Harry Subrata merasa dapat kehormatan akibat adanya ekspedisi yang dilakukan Komunitas Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman. Dia ingin mengenalkan batu akiak asli Lubuak Nyarai ke kalangan rekannya para walinagari.
"Kita ingin, semua walinagari di Padang Pariaman ini ikut meramaikan dan mengharumkan nama batu permata asli Lubuk Alung. Jenis batunya banyak, dan harus dipromosikan secara bersama, agar keberadaannya semakin dilirik," ujar dia.
Hadirnya sejumlah batu permata di Lubuk Alung, agaknya tidak terlepas dari keberadaan Bukik Parmato, sebuah bukik yang selalu mematulkan cahaya di malam hari. Bukik Parmato, sebuah nama yang diberikan oleh leluhur rang Lubuk Alung, mungkin akibat pantulan cahaya yang selalu memacar diatas bukik demikian.
Asril, Kapalo Mudo Salibutan melihat, Bukik Parmato memang sebuah bukik yang menyimpan banyak batu permata. Dan itu telah diakui oleh pihak yang ahli dibidang itu. Bukik Parmato terletak bersebelahan dengan hutan Gamaran, masih dalam kawasan Salibutan. Malah, orang pintar melihat adanya sumber potensi batu bara dalam kandungan bukik tersebut.
"Banyaknya batu permata yang ditemukan akhir-akhir ini di kawasan Lubuak Nyarai, besar kemungkinan sebaran atau pecahan dari batu permata yang disimpan oleh Bukik Parmato itu," ujar Kapalo Mudo Gadang Salibutan itu.
Senada dengan itu, Ketua KAN Lubuk Alung, Suharman Datuak Pado Basa melihat, Bukik Parmato adalah kekayaan alam Lubuk Alung. "Sejak kami ada, bukik itu sudah Bukik Parmato saja namanya. Artinya, nenek moyang kita tidak salah memberikan nama itu, tatkala pertama kali melihat pantulan cahaya yang timbul dari bukik demikian. Dan cahaya tersebut hingga sekarang masih ada," ujarnya. (damanhuri)
Kamis, 04 Desember 2014
Ekspedisi Lubuak Nyarai 3 Penebang Hutan Hilang, Pencari Rotan Bertambah
Ekspedisi Lubuak Nyarai 3
Penebang Hutan Hilang, Pencari Rotan Bertambah
Lubuk Alung--Sejak pariwisata Lubuak Nyarai terbuka, tidak ada lagi aktivitas penebangan hutan. Meskipun para penebang kayu di hutan Gamaran, Salibutan berhasil membuka jalan ke lokasi tersebut. Hanya tinggal bekasnya, lewat jejak di sepanjang jalan menuju Nyarai, berupa kayu balok yang sudah lapuk, dan jalan itu sendiri.
Kini, masyarakat Gamaran yang menggantungkan hidupnya di hutan itu membudidayakan tanaman rotan. Sewaktu Komunitas Pencinta Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman melakukan ekspedisi Lubuak Nyarai, Sabtu lalu tampak banyak petani yang mengangkut rotan dari hasil pencariannya dalam hutan demikian.
Memang, sepanjang jalan ke Lubuak Nyarai kami banyak menemukan jenis tanaman rotan. Menurut cerita Ajo Amin, salah seorang petani yang mencari kehidupannya dalam hutan itu, penebang kayu sudah lama tidak ada dalam hutan ini. "Memang jalan ini, adalah jejak untuk mengangkut kayu dulunya," kata dia.
Disamping orang mencari rotan yang banyak bersua dalam hutan itu, para pecandu burung juga menjadikan hutan Gamaran sebagai tempat kesenangan. "Di bukik ini banyak burung hijau daun, dan burung lainnya. Biasanya, pencari burung banyak di lokasi ini. Bahkan, mencari burung di malam hari, juga menjadi kesenangan komunitas itu di hutan ini," ujarnya.
Secara pastinya, Ajo Amin tak tahu banyak berapa jumlah rotan yang keluar tiap harinya dalam hutan Gamaran. "Yang jelas tiap senja, itu para pencari rotan bagaikan berbaris-baris sepanjang jalan Lubuak Nyarai menuju Gamaran, saking banyaknya pencari rotan itu," sebutnya.
Di sisi lain, terbukanya Lubuak Nyarai menjadi berkah tersendiri oleh sebagian kaum perempuan Gamaran, Salibutan. Sirup (46) tahun misalnya, tiap hari berjualan minuman dan makan di komplek Nyarai tersebut. Ibu dari tiga orang anak itu mengaku, hanya sedikit dimahalkan harga jual, bila dibandingkan dengan di luar.
"Misalnya segelas kopi di luar Rp3 ribu, awak menjual Rp4 ribu segelasnya. Kalau Sabtu dan Minggu, Alhamdulillah mencapai jual beli Rp1 juta. Kadang lebih. Tetapi, diluar hari itu, paling jual beli Rp500 ribu," kata Sirup menceritakan.
Bagi Sirup, berjualan di komplek Nyarai agaknya telah menjadi kesenangan. Apalagi, suaminya tak bisa pula berbuat banyak untuk menghidupi keluarganya. Untuk itu, tiap pagi dia berjalan dari Gamaran ke Lubuak Nyarai. Dia bawa berbagai minuman dan makanan untuk disajikan kepada pembeli yang kebanyakan anak muda-mudi.
Walinagari Kudu Gantiang, Syafnil Oyon bersama rombongan ekspedisi mengingat Sirup untuk tidak menaikkan harga jual yang terlalu tinggi. "Kami bersama rombongan melakukan survei, melihat Lubuak Nyarai dengan segala kelebihan dan kekuarangannya. Termasuk memantau harga jual bahan kebutuhan sepanjang Nyarai ini," ujarnya.
"Kelemahan selama ini di kampung kita, ketika sudah berubah keadaan. Orang luar mulai banyak masuk, itu harga barang kebutuhan melonjak naiknya. Paradigma dan perangai demikian jangan sampai tertular di kalangan pedagang di sepanjang Lubuak Nyarai," tambah Nusirwan Nazar, Ketua Forum Walinagari Padang Pariaman. (damanhuri)
Penebang Hutan Hilang, Pencari Rotan Bertambah
Lubuk Alung--Sejak pariwisata Lubuak Nyarai terbuka, tidak ada lagi aktivitas penebangan hutan. Meskipun para penebang kayu di hutan Gamaran, Salibutan berhasil membuka jalan ke lokasi tersebut. Hanya tinggal bekasnya, lewat jejak di sepanjang jalan menuju Nyarai, berupa kayu balok yang sudah lapuk, dan jalan itu sendiri.
Kini, masyarakat Gamaran yang menggantungkan hidupnya di hutan itu membudidayakan tanaman rotan. Sewaktu Komunitas Pencinta Batu Akiak Piaman dan Forum Walinagari Padang Pariaman melakukan ekspedisi Lubuak Nyarai, Sabtu lalu tampak banyak petani yang mengangkut rotan dari hasil pencariannya dalam hutan demikian.
Memang, sepanjang jalan ke Lubuak Nyarai kami banyak menemukan jenis tanaman rotan. Menurut cerita Ajo Amin, salah seorang petani yang mencari kehidupannya dalam hutan itu, penebang kayu sudah lama tidak ada dalam hutan ini. "Memang jalan ini, adalah jejak untuk mengangkut kayu dulunya," kata dia.
Disamping orang mencari rotan yang banyak bersua dalam hutan itu, para pecandu burung juga menjadikan hutan Gamaran sebagai tempat kesenangan. "Di bukik ini banyak burung hijau daun, dan burung lainnya. Biasanya, pencari burung banyak di lokasi ini. Bahkan, mencari burung di malam hari, juga menjadi kesenangan komunitas itu di hutan ini," ujarnya.
Secara pastinya, Ajo Amin tak tahu banyak berapa jumlah rotan yang keluar tiap harinya dalam hutan Gamaran. "Yang jelas tiap senja, itu para pencari rotan bagaikan berbaris-baris sepanjang jalan Lubuak Nyarai menuju Gamaran, saking banyaknya pencari rotan itu," sebutnya.
Di sisi lain, terbukanya Lubuak Nyarai menjadi berkah tersendiri oleh sebagian kaum perempuan Gamaran, Salibutan. Sirup (46) tahun misalnya, tiap hari berjualan minuman dan makan di komplek Nyarai tersebut. Ibu dari tiga orang anak itu mengaku, hanya sedikit dimahalkan harga jual, bila dibandingkan dengan di luar.
"Misalnya segelas kopi di luar Rp3 ribu, awak menjual Rp4 ribu segelasnya. Kalau Sabtu dan Minggu, Alhamdulillah mencapai jual beli Rp1 juta. Kadang lebih. Tetapi, diluar hari itu, paling jual beli Rp500 ribu," kata Sirup menceritakan.
Bagi Sirup, berjualan di komplek Nyarai agaknya telah menjadi kesenangan. Apalagi, suaminya tak bisa pula berbuat banyak untuk menghidupi keluarganya. Untuk itu, tiap pagi dia berjalan dari Gamaran ke Lubuak Nyarai. Dia bawa berbagai minuman dan makanan untuk disajikan kepada pembeli yang kebanyakan anak muda-mudi.
Walinagari Kudu Gantiang, Syafnil Oyon bersama rombongan ekspedisi mengingat Sirup untuk tidak menaikkan harga jual yang terlalu tinggi. "Kami bersama rombongan melakukan survei, melihat Lubuak Nyarai dengan segala kelebihan dan kekuarangannya. Termasuk memantau harga jual bahan kebutuhan sepanjang Nyarai ini," ujarnya.
"Kelemahan selama ini di kampung kita, ketika sudah berubah keadaan. Orang luar mulai banyak masuk, itu harga barang kebutuhan melonjak naiknya. Paradigma dan perangai demikian jangan sampai tertular di kalangan pedagang di sepanjang Lubuak Nyarai," tambah Nusirwan Nazar, Ketua Forum Walinagari Padang Pariaman. (damanhuri)
Langganan:
Postingan (Atom)





