Awak Miskin, Anak Dapat Tumor Ganas Pula
Kayutanam---Robby
Yohendra saat ini semestinya sedang berkutat di bangku kuliah. Anak
jolong gadang itu kelahiran 1994 ini baru saja menamatkan SMA Negeri 1
2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, empat bulan lalu. Tetapi,
Tuhan berkehendak lain. Ia menderita penyakit tumor ganas pada betis
kaki kanannya. Kini, Robby terbaring tak berdaya beralaskan kasur usang
di rumah orangtuanya, sebuah rumah yang amat sangat sederhana pula.
Tuhan memberikan ujian atau cobaan kepada hamba-hamba-Nya dengan
berbagai bentuk. Ada yang diuji dengan kekayaan dan kesenangan, tetapi
ada juga yang mendapat ujian berupa kesulitan hidup dan penyakit. Dengan
begitu mungkin Tuhan ingin mempertemukan kedua pihak dalam jalinan
kepedulian sosial.
Menurut Syahril alias Ain (45), orangtua
Robby, gejala tumor yang diderita anaknya sudah mulai dirasakan si anak
menjelang mengikuti ujian nasional (SMA). Namun, baru ia bawa berobat ke
RSUP M. Djamil Padang sekitar awal Juli, itupun dengan memanfatkan
Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pinjaman. "Kartu Jamkesda
kami sudah mati tahun 2008. Bukannya mengobati, pihak RSUP M. Djamil
justru mengambil sampel daging dan tulang pada bagian kaki Robby yang
sakit, kemudian memberi obat antibiotik dan penghilang rasa sakit. Kami
pun disuruh pulang. Waktu itu betis Robby masih terlihat normal, belum
membengkak seperti ini," kata dia.
Ain terlihat menggeleng
kesusahan. Beban hidup yang kian terasa berat. Sebab, disamping Roby
yang sakit, juga adiknya tiga orang lagi yang mesti dibiayai. "Keinginan
kami mengobati untuk kesembuhan Robby sangat besar. Sayangnya
terkendala oleh ketiadaan biaya. Robby hanya kami bawa berobat
alternatif. Dulu, betisnya ini keras bagaikan batu. Kini sudah lunak
seperti bagian tubuh yang lain," ceritanya.
Ain, lelaki kelahiran
Padang Sago 1967 ini sehari-hari bekerja serabutan sebagai buruh tani.
Isterinya, Nurlela sehari-hari hanya di rumah mengurusi keempat putra
mereka. Sejak kondisi kesehatan Robby terus memburuk, praktis kegiatan
Ain mencari nafkah jadi berkurang. Hampir setiap hari ia harus
mencarikan bahan ramuan pengobatan alternatif tersebut.
Menggalang bantuan
Salah seorang tokoh masyarakat Kayutanam, Endarmy ikut merasakan
kesusahan yang dialami keluarga Ain dan Nurlela demikian. Tokoh yang
kini berkiprah di DPW Partai NasDem Sumatra Barat ini mulai menggalang
bantuan dengan membuatkan proposal yang ditandatangani Syahril serta
diketahui Walinagari Kayutanam dan Camat 2x11 Kayutanam. Menurut mantan
anggota DPRD Sumbar 2004 – 2009 ini, proposal itu akan ia kirim ke
berbagai lembaga kemanusiaan yang ada di Sumbar.
"Mereka bukan
hanya butuh biaya untuk pengobatan Robby, tetapi juga biaya hidup
sehari-hari lantaran Pak Ain tak lagi bisa mencari nafkah secara rutin.
Selain itu, bisa kita lihat, rumah semi permanen yang mereka tempati ini
sudah tidak layak huni. Mereka butuh biaya untuk memperbaiki, terutama
atapnya yang bocor di sana-sini. (damanhuri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar